Sabtu, 10 Desember 2011

Cangkruk’an Masa Kini, Cangkruk’an Yang Islami

Duduk di pinggir jalan memang menyenangkan. Sudah menjadi hobi sebagian orang, terutaam anak muda untuk duduk – duduk di pinggir jalan atau di warung. Istilah ini lebih di kenal dengan istilah Cangkruk’an.

Dalam hukum islam tidak melarang cangkruk’an, tetapi ada hal – hal yang harus di patuhi, yaitu adap sopan santun ketika kita duduk di pinggir jalan atau di warung. Pada salah satu riwayat di katakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melarang sahabat untuk duduk – duduk di pinggir jalan. Tetapi para sahabat menolak pernyataan Nabi tersebut. Akan tetapi Nabi tidak menolak keinginan sahabat untuk duduk duduk – duduk di pinggir jalan atau cangkrik’an. 

Sesuai dengan hadis Nabi SAW yang artinya :

“Dari Abu Said Al Khudry RA, Rosullullah SAW bersabda, ‘Kamu semua harus menghindari untuk duduk di atas jalan (pinggir jalan) – dalam riwayat lain, di jalan – mereka berkata, ‘Mengapa tidak boleh padahal itu adalah kegemaran kami untuk mengobrol, Nabi bersabda, ‘Jika tidak mengindahkan larangan tersebut karena hanya itu tempat untuk mengobrol, berilah hak jalan. ’Mereka bertanya, ‘Apakah hak jalan itu ?’ Nabi bersabda, ‘Mejaga pandangan mata, berusaha untuk tidak menyakiti, menjawab salam, memerintah kepada kebaikan dan melarang kemunkaran.” (HR. Bukhori, Muslim dan Abu Dawud)

Berdasarkan hadis di atas ada 4 hal yang harus diperhatikan agar cangkruk’an kita bermanfaat dan tidak menimbulkan kejelekan. 4 hal tersebut adalah :

1. Menjaga pandangan mata

Menjaga pandangan mata merupakan suatu keharusan bagi orang mslim atau muslimat. Allah SWT berfirman dalam SUrat An Nuur ayat 30 yang memiliki arti :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Hal itu memang sulit dihindari. Sudah menjadi kebiasaan bagi orang – orang yang cangkruk’an akan melalukan pandangan kepada orang – orang yang berjalan di depan mereka. Karena itu hendaklah menjaga pandangan dengan syahwat. Juga jangan memandang dengan iri atau dengki sehingga dapat menyakiti atau menyinggung perasaan orang yang berjalan.

2. Tidak menyakiti

Apabila Cangkruk’an di pinggir jalan dilarang untuk menyakiti orang yang lewat bak dengan lisan maupun perbuatan. Dengan lisan contohnya melakukan penghinaan atau membicarakan aib orang yang berjalan. Dengan perbuatan misalnya mengganggu dengan melempar batu / benda lain, yang menyebabkan sakitnya orang lain.

3. Menjawab salam

Menjawab salam orang yang berjalan wajib hukumnya walaupun mengucapkan salam itu Sunnah. Sudah menjadi tradisi bagi orang muslim / muslimat untuk mengucapkan salam bila bertemu saudara atau orang lain lalu mengucapkan salam dan kita wajib menjawabnya.

4. Memerintah kepada kebaikan dan melarang kemunkaran

Apabila ada orang yang berjalan sedang mabuk atau melakukan perbuatan yang keji, hendaknya kita mengingatklen mereka. Namun bila kita tak mampu, maka cukup dengan mendoakan saja dalm hati.

Penulis : Choiruddin

Pentingnya Kejujuran

Sabda Rosululah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :

“Abu Umamah Al Bakhili RA berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Saya dapat menjamin suatu rumah di kebun surge untuk orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar. Dan menjamin suatu rumah di ppertengahan surge bagi orang yang tidak berdusta meskipun bergurau. Dan menjamin satu rumah dibagian tertinggi dari surgfa bagi orang yang baik budi pekertinya.” (HR. Abu dawud dengan sanad yang sahih)

Hadits diatas menerangkan tentang 3 perbuatan yang menjamin masuknya surga. Yang menjamin adalah Rosulullah SAW sendiri. Adapun ketiga perbuatan tersebut berdasarkan hadits diatas adalah :

1. Orang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar

Berdebat atau berbantah – bantahan adalah suatu pernyataan dengan maksud menjadikan orang lain memahami suatu pendapat atau mengurangi kewibawaan lawan debat dengan cara mencela ucapannya sekalipun orang yang mendebatnya itu tidak tahu persis permasalahan, karena kebodohannya sendiri sehingga ia berusaha mengalahkan lawan debatnya dengan berbagai cara (Al Ghazali).

Tidak semua perdebatan dilarang dalam islam apalagi kalau berdebat dalam mempertahankan aqidah. Hanya saja perdebatan seringkali membuat orang lupa diri, terutama kalau perdebatannya dilandasi oleh keegoan untuk mencari kebenaran.

Sebagaimana sabda Rosulullah SAW yang artinya :
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk Allah, kecuali kaum mendatangkan perdebatan.” (HR. At Tirmidzi dan Abu Umamah)

Namun apabila saat berdebat dengan orang-orang kafir, terutama untuk mempertahankan aqidah harus mempertahankan pendapat dengan berbagai cara agar mereka menyadari bahwa aqidah kita memang benar dan mereka salah. Kalau mereka tidak mengerti juga, serahkanlah kepada Allah SWT agar mereka diberi petunjuk tetapi dengan terus berusaha untuk tidak mengalah dan menurut pendapat mereka.
Dengan demikian kapan kita harus berdebat dan kapan tidak semua tergantung pada kondisi, namun hadits diatas menyerukan untuk kemaslahatan, jangan sampai mempertahankan pendapat masing-masing sampai melecehkan dengan kata-kata kotor. Kita harus tetap santun dalam keadaan apapun.

2. Orang yang tidak berdusta walaupun bergurau

Perbuatan selanjutnya agar kita mendapatkan jaminan surga dari Rosulullah SAW adalah tidak berdusta walaupun kita sedang bergurau. Kadang – kadang kita bergurau agar membuat diri kita maupun orang lain tertawa hingga kita harus berbohong / berdusta. Hal itu dilarang oleh Rosulullah SAW walaupun dalam gurauan, karena dalam hal apapun berbohong ataupun berdusta tetap dilarang.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Az Zumar ayat 60 yang artinya adalah :
“Pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah didalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang yang menyombonghkan diri.” QS. Az Zumar “ 60)

Rosulullah SAW memberikan contoh bercanda yang tidak menimbulkan kebohongan. Ketika pada suatu hari beliau didatangi seorang nenek. Kemudian nenek bertanya apakah ia akan masuk surga. Kemudian beliau menjawab tidak ada nenek yang masuk surge. Mendengar hal itu sang nenek menangis. Siti Aisyah merasa iba dan mendatangi Rosulullah SAW dan menanyakajn hal itu. 

Kemudian Rosuolullah SAW menjelaskan tentang jawabannya kepada san nenek. Beliau berkata bahwa di surge tidak ada kakek – kakek maupun nenek – nenek. Mereka yang didunia sudah tua, kalau masuk surge meraka akan muda kembali. Siti Aisyah mengerti dan tertawa mendengar jawaban tersebut.

3. Orang yang baik budi pekertinya

Perbuatan ketiga yang membuat Risulullah menjamin ummatnya masuk surga adalah memiliki budi pekerti yang baik. Salah satu risalah Rosulullah SAW adalah menyepurnakan akhlak manusia. Dalam membina, beliau tidak hanya memerintah saja, tetapi terlebih dahulu membeerikan contoh dan suri tauladan sehingga beluai disegani kawan maupun lawan.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al Qalam ayat 4 yang artinya :

“Sungguh engkau (Muhammad) berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al Qalam : 4)

Sifat orang yang berakhlak mulia diantaranya ialah tersenyum kepada semua orang, membantu dalam kebaikan, menjaga diri dari perbuatan jahat. Orang yang berlaku seprti ini dijamin surge olah Rosulullah SWT sebagaimana hadits diatas.

Wallahua’lam (Hanya Allah yang lebih mengetahui)

Mengucapkan Sholawat Nabi SAW

Nabi Muhammad Merupakan manusia paling utama di dunia maupun akhirat. Beliaulah yang kelak akan memberikan syafaat kepada seluruh ummatnya. Lalu, bagaimana agar kita diakui sebagai ummatnya. Tentu saja kita harus memenuhi kewajiban kita sebagai seorang hamba. Melaksanakan segara perintah Allah SWT dan sunnah Rosulnya SAW.
Mendirikan sholat, bersedekah, membantu orang yang kesusahan serta melalukan perbuatan yang lain yang termasuk Amar Ma’ruf. Selain itu juga harus mencegah perbuatan terlarang atau Nahi Munkar. Selain perbuatan diatas, membaca sholawat juga menjadi cara yang ampuh untuk mendapatkan syafaat Beliau Rosulullah SAW di hari kiamat kelak. Mendoakan sejahtera dan selamat kepada Rosulullah SAW dengan mengucapkan sholawat dan salam tentu harus menjadi rutinitas sehari – hari.
Mengapa kita harus membaca sholawat dan mendo’akan Rosulullah SAW ? padahal beliau adalah manusia yang paling mulia dan ma’sum di hadapan Allah SWT. Tentu saja sholawat dan salam yang dibaca akan kembali kepada si pembaca sholawat. Do’a sejahtera dan salam akan kembali kepada kita karena Nabi Muhammad SAW akan membalas salam kita. Do’a Nabi Muhammad SAW tentu di kabulkan oleh Allah SWT. Karena itulah hendaknya kita senantiasa membaca Sholawat dan salam kepada beliau Rosulullah SAW.
Firman Allah SWT dalam SUrat Al Ahzab ayat 56 yang terjemahannya adalah :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi SAW Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. ( Q.S. Al Ahzab : 56)
Rosulullah SAW juga bersabda dalam beberapa haditsnya, yaitu :
1. “Barang siapa yang mengucapkan sholawat dan salam kepadaku sekali, maka Allah akan membalasnya dengan 10 kali sholawat, dan menghapus keburukanya, serta mengangkat 10 derajat untuknya” (HR. Imam Bukhari)
2. “Orang yang paling istimewa bagiku kelak pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak mengucapkan sholawat untukku” (HR. Imam Bukhari)
3. “Barang siapa mengucapkan sholawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan membalasnya dengan (pahala) sepuluh kali sholawat” (HR. Imam Bukhari)
4. “Orang yang paling kikir adalah orang yang disebutkan dihadapannya namaku, kemudian dia tidak mau mengucapkan sholawat untukku” (HR. Imam Tirmidzi)
5. “Tiada seorangpun yang mengucapkan salam kepadaku niscaya Allah mengembalikan rohku kepadaku agar aku dapat menjawab salamnya” (HR. Imam Abu dawud)

Minggu, 06 November 2011

Berqurban Setiap Hari, Bukan Setahun Sekali


Berqurban Setiap Hari, Bukan Setahun Sekali
oleh : Choiruddin


 
 
Tanggal 10 Dzulhijjah 1432 jatuh pada tanggal 6 Nopember 2011 M. Berarti hari raya Idhul Adha 1432 dilaksanakan secara serempak pada tanggal 6 Nopember 2011. Alhamdulillah kali ini semua ormas Islam sepakat berlebaran qurban di hari yang sama. Hal ini diputuskan pada saat sidang itsbat Jumat, 28 Oktober 2011 di Jakarta (tempointeraktif.com, Sabtu, 05 November 2011 | 05:41 WIB).

Idhul Adha tahun ini mari kita jadikan sebagai ajang untuk meningkatkan jiwa sosial kita. Karena berqurban bukan hanya saja ibadah kita kepada Allah SWT, namun juga berdimensi sosial. Hewan qurban yang nantinya disembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat yang berekonomi lemah.

Berqurban kita jadikan sebagai budaya, bukan sebagai momen tahunan yang dilaksanakn satu kali setiap tanggal 10 Dzulhijjah, tetapi bukan pula setiap hari membeli hewan qurban untuk disembelih. Kita jadikan momen ini sebagai ajakan dan pengingat, bahwa masih banyak masyarakat yang termasuk dalam kategori ekonomi lemah. Mereka membutuhkan bantuan dari orang - orang yang mampu. Dari sinilah diharapkan orang - orang yang mampu menjadi dermawan, menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat miskin.

Membantu tidak harus secara langsung berupa uang atau bingkisan yang langsung bisa di manfaatkan. Lebih baik jika uang atau barang yang di shodaqohkan di manfaatkan agar masyarakat miskin tidak hanya sebagai peminta - minta, tetapi sebagai masyarakat yang kreatif.

Ibaratnya akan memancing, meraka tidak diberikan ikan secara langsung, tetapi diberikan kail dan umpan agar mereka bisa memancing ikan. Cara ini lebih kreatif dan berdampak positif dibandingkan memberikan uang / bingkisan secara langsung. Meraka diberikan modal simpan pinjam tanpa bunga, lapak untuk berjualan, pelatihan usaha kecil atau mendirikan lapangan pekerjaan.
 
Bukan berarti tidak boleh memberi secara langsung, itu sah - sah saja. Kita hanya memberi batasan agar pemberian secara langsung tersebut tidak terlalu sering. Selebihnya di manfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Tetapi di Indonesia, masih banyak para dermawan yang tidak melalukan hal itu. Dermawan hanya memberikan amplop berisi uang serta bingkisan bersisi sembako, sehingga tiap tahun para peminta - mita tidak berkurang, tapi malah semakin bertambah. Secara tidak langsung memberikan uang / bingkisan secara langsung akan mendidik mereka menjadi orang yang malas karena hanya mengandalkan pemberian orang lain. Mereka akan menunggu dan mencari orang - orang yang mau memberi mereka. Jangankan bekerja mandiri, mencari pekerjaan pun mereka tidak mau karena suda ada orang yang mencukupi kebutuhan meraka.

Semoga para dermawan dapat menyalurkan shodaqoh mereka ke lembaga - lembaga penyalur terpercaya agar dapat dimanfaatkan menjadi yang lebih baik.

Kebersamaan dalam Berqurban

Kebersamaan dalam Berqurban
oleh : Choiruddin 
 
 
 
Kali ini Idhul Adha 1432 H dilaksanakan secara bersamaan. Sebagaimana di kutip dalam tempointeraktif.com Sabtu, 05 November 2011 05:41 WIB, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa ormas Islam kompak pada Idul Adha tahun ini, disebabkan semua kriteria yang ada di Indonesia menyimpulkan hal sama.

Hal ini patut kita syukuri karena persamaan dalam pelaksanaan lebaran sangat jarang terjadi, apalagi saat Idhul Fitri. Tetapi pada saat Lebaran Qurban memang sangat jarang berbeda, misalnya pada pelaksanaan lebaran qurban tahun ini, semua ormas Islam sepakat berlebaran qurban pada hari yang sama yaitu 10 Dzulhijjah 1432 Hijriyah jatuh pada Minggu, 6 November 2011.

Perbedaan memang tidak harus menjadi perpecahan, tetapi persamaan juga belum tentu menjadikan persatuan. tetapi keduanya dapat dijadikan sebagai bahan renungan, bahwa manusia hanyalah seorang hamba yang penuh dengan kekurangan, manusia tempat dari salah dan lupa. Jadi kita jangan hanya pandai mengkritik orang lain, tapi kritik diri sendiri itu lebih baik.

Momen Kebersamaan dalam Idhul Adha tahun ini, mari kita jadikan sebagai hari berserah diri kepada Allah SWT, agar tingkat keimanan dan ketaqwaan semakin bertambah. Serta bisa menggugah jiwa sosial kita untuk membanu sesama umat manusia, agar ketimpangan sosial bisa teratasi.

Berqurban, Bukan Sekedar Rutinitas

Berqurban, Bukan Sekedar Rutinitas
oleh : Choiruddin

(http://choiruddin.com)

 


Tepat pada taggal 10 Dhuhijjah 1432 H seluruh umat islam di seluruh dunia menggemakan takbir. Menyambut hari raya Idhul Adha 1432 H dengan suka cita. Alunan suara takbir menggema di langit yang menyelimuti semesta alam. Semua berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat id. Menyembelih hewan qurban dan membagikan ke semua orang.

Nampak kegiatan ini menjadi rutinitas yang dilakukan kaum muslim setiap tahun. Namun adakah perubahan dalam diri seorang muslim yang melakukan rutinitas tersebut ? Adakah peningkatan keimanan dan ketaqwaan ? atau hanya menjadi hal rutin tanpa adanya makna, atau bahkan hanya sekedar gengsi untuk merayakan agar tetap di cap sebagai orang muslim ? Adakah perubahan sosial pada masyarakat sekitar ? Sudahkan qurban kita membantu kaum yang yang membutuhkan? Atau hanya membahagiakan kita sendiri ???

Berbagai pertanyaan tersebut timbul karena adanya ketimpangan sosial yang terjadi. Terutama pada saat penyembelihan dan pembagian hewan qurban, di suatu tempat sangat sedikit hewan qurban yang di sembelih, di sebagian lagi begitu berlebihan, dan di sebagian lagi tidak ada hewan qurban yang di sembelih.

Bahkan pernah kejadian di suatu desa hanya ada 1 ekor kambing yang akan di sembelih, namun warga enggan untuk menyembelih karena perbandingan jumlah hewan qurban dengan warga tidak seimbang. Bayangkan saja dalam 1 desa hanya ada 1 hewan qurban, bagaimana warga desa yang miskin bisa menikmati. Beda dengan di tempat lain yang berlebihan hewan qurbannya. Ironis memang melihat wacana sosial yang seperti itu.

Pembagian hewan qurban ke daerah – daerah yang membutuhkan perlu diperhatikan, agar pelaksanaan qurban tidak hanya menjadi rutinitas tahunan dan dinikmati oleh orang – orang yang mampu. Akan tetapi berqurban dengan sungguh – sungguh. Pemerataan penyaluran hewan qurban ke tempat – tempat yang mayoritas penduduknya miskin agar kebahagiaan berlebaran bisa dirasakan bersama. Selain itu qurban kita akan lebih bermanfaat karena membantu orang – orang yang memang layak untuk menerima hewan qurban kita.

Selain itu yang paling penting, momen berqurban dapat menambah nilai ketaqwaan dan keimaman kita di hadapan Allah SWT serta sabar menghadapi ujian dari Allah SWT. Sebagimana dialami oleh Nabi Ibrahim AS yang telah lama menggu kehadiran sang buah hati. Setelah anak beliau lahir, yaitu Nabi Ismail AS, Allah SWT menguji keimanan beliau dengan berqurban. Nabi Ibrahin diperintah untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Namun Nabi Ibrahim dengan sabar dan ikslas menjalankan perintah itu. Namun Allah menggantinya dengan hewan sesembelihan yang besar. Peristiwa yang agung ini telah diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Shaffat ayat 102-109. Terjemahannya sebagai berikut :

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

103. tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).

104. dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[1284] Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

107. dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[1285].

108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,

109. (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

[1284] Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.

[1285] Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.


Mudah – mudahan momen berqurban ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan umat muslim, tetapi mampu untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimamanan, serta meningkatkan jiwa sosial untuk menolong sesama umat manusia. Amin.

Rabu, 02 November 2011

Pulau komodo New 7 Wonder, Ambisi atau Solusi ?

Sudah menjadi pembicaraan yang hangat bahwa Pulau Komodo menjadi nominasi 7 keajaiban dunia yang baru. Pemerintah telah melakukan banyak hal, mulai dari pembiayaan administrasi sampai kampanye mendukung Pulau Komodo menjadi 7 keajaiban dunia yang baru. Namun apa sebenarnya makna di balik semua itu?

Begitu gencarnya segenap pemerintah dan masyarakat mengkampanyekan Pulau Komodo (yang saat ini masuk sebagai finalis New 7 Wonder), untuk menjadi New 7 Wonder. Pulau komodo yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia begitu membuming, layanan dukungan melalui berbagai cara berdatangan. Mulai dari SMS sampai social network gencar mengkampanyekan Pulau Komodo. Lalu sebenarnya mamasukkan Pulau Komodo menjadi New 7 Wonder merupakan ambisi sesaat atau bisa menjadi sebuah solusi untuk menangai berbagai permasalahan yang melanda negeri ??

Mungkin Anda berpikir bahwa saya terlalu jauh mengakit-kaitkan antara permasahan bangsa dengan pulau komodo, namun menurut saya sebelum melangkah jauh harus berfikir strategis dulu. Setiap tindakan disederhanakan tetapi memiliki dampak yang besar.

Tentu kita sebagai warga Negara Indonesia akan bangga jika satu lagi tempat di Indonesia menjadi ikon bangsa yang dikenal secara internasional. Keberhasilan pulau komodo menjadi New 7 Wonder tentu akan memiliki dampak ekonomi yang bagus. Ekonomi bisnis pariwisata akan meningkat serta menjadi ladang penghasilan bagi warga setempat. Devisa Negara akan bertambah dengan adanya wisatawan asing.

Namun menjaga dan merawat itu lebih sulit. Melestarikan budaya Indonesia dan adat ketimuran di tengah – tengah maraknya dominasi barat tidaklah mudah. Pulau komodo yag nantinya menjadi tujuan wisatawan international tentu lambat laun akan berdampak berubahnya tradisi budaya setempat. Kecenderungan anak muda memiliih gaya barat sulit di bendung. Akibatnya budaya sendiri akan terkikis, yang ada hanya peluang bisnis dan gaya hidup di tengan – tengah industri pariwisata yang semakin terbuka.

Semoga bangsa ini tidak berambisi sesaat dalam memperjuangkan pulau komodo, tetapi juga melihat dampak positif dan negatif masa mendatang guna penanggulangan yang efektif.